Ungkap 7 Stereotip pada Hewan, yang Rupanya Salah!

SLOT ONLINE, JUDI ONLINE

Diambil dari situs terbaik ALADDIN138 Dari hari ke hari, kita kerap dengar beberapa cerita berkenaan hewan disekitaran kita. Baik lewat fabel, dongeng, atau bahkan juga seri kartun. Tanpa diakui, narasi itu membuat penglihatan kita pada hewan-hewan tersebut.

Tetapi rupanya tidak semua stereotip yang kita beri ke mereka itu betul lho. Bahkan juga bisa disebut, beberapa besarnya kurang tepat. Kurang lebih apa saja itu? Baca berikut!

1. Rayap tidak dapat makan tangkai pohon secara cepat

Bila kamu kerap melihat seri kartun, kamu tentu tahu jika di situ rayap dapat habiskan tangkai pohon atau kayu dengan cepat sekali. Tetapi hal itu tidak betul-betul sesuai realita.

Dikutip situs Orkin, 60 ribu ekor rayap perlu waktu minimal 6 bulan untuk menggerogoti balok kayu memiliki ukuran satu mtr.. Disamping itu, rayap konsumsi makanan lain. Misalkan rumput, jamur, akar, dan sebagainya.

2. Apa semut betul-betul karyawan keras?

Sebuah riset temukan jika tidak seluruhnya semut karyawan keras. Di tahun 2015, periset dari University of Arizona mengidentifikasi 250 ekor semut Temnothorax rugatulus di Amerika Utara.

Sesudah penilaian, periset mengaitkan jika tipe semut yang memiliki ukuran besar itu habiskan 1/2 harinya untuk diam diri. Apa argumennya? Tesis riset memperlihatkan jika semut-semut itu berperanan sebagai penyalur makanan untuk beberapa karyawan. Tersebut mengapa mereka diam diri, menunggu semut karyawan mendatanginya.

3. Apa hiu haus akan darah?

Dilukiskan dalam film jika hiu akan secara langsung tiba ke arah tempat di mana terdapat darah yang menetes. Rupanya itu tidak sesuai realitanya. Dikutip dari Science Konsentrasi, sensitivitas penciuman hiu cuma sedikit lebih bagus dibanding ikan yang lain.

Dia bisa mengetahui berbau darah sama ukuran 1/25 ppm. Itu sama dengan satu tetes darah di kolam renang kecil. Dan lautan itu luas, menjadi satu tetes saja tidak mengundang hiu, terkecuali bila lokasi mereka dekat sama kehadiranmu.

4. Buaya dapat menangis, benarkah?

Sudah pernahkah kamu menyaksikan ada saluran air mata disekitaran muka buaya? Reptil memiliki tubuh besar itu disebut akan menangis saat menyantap mangsanya. Tetapi benarkah jika tangisan itu karena dia menyesal?

Jawabnya tidak. Science Daily menjelaskan jika memang betul, air mata akan keluar saat mereka kunyah. Namun, ini muncul karena rahang menggairahkan kelenjar air mata.

5. Sloth ialah binatang yang lamban, bukan malas

Dengan cara alamiah, sloth ialah hewan yang lamban. Kecepatan paling tingginya ialah 0,24 km /jam, menurut situs One Kind Planet. Karena sangat jarangnya bergerak, bulu mamalia itu sampai banyak alga.

Tidak itu saja, metabolisme mereka juga benar-benar lamban, yakni 1/2 dari kecepatan mamalia lain . Maka, mereka sebetulnya tidak malas. Namun, sloth memang tercipta lamban.

6. Babi sebetulnya tidak kotor

Babi kerap dilihat sebagai hewan yang kotor dan kotor. Bagaimana tidak, mereka kerap kali kelihatan diberi oleh lumpur. Tetapi rupanya itu ialah langkah babi untuk jaga suhu badannya.

Mamalia satu ini tidak mempunyai kelenjar keringat, hingga mereka harus melepas panas pada tubuh secara berguling-guling di lumpur. Tidak itu saja, rutinitas itu bisa membuat perlindungan kulit mereka dari sengatan cahaya matahari.

7. Burung hantu sebetulnya tidak kurang pandai dibanding hewan lainnya

Burung hantu kerap kali diasumsikan sebagai hewan yang arif dan pandai. Bisa dibuktikan dengan demikian jumlahnya seri kartun yang memvisualisasikan hewan itu semacam itu. Tidak itu saja, burung hantu kerap jadi icon pendidikan tinggi.

Tetapi apa asumsi itu betul? Rupanya tidak . Dikutip How Stuff Works, burung hantu memang kelihatan misteri dan pandai karena matanya yang lebih besar dan tajam.

Namun, mereka mempunyai ukuran otak yang kecil jika dibanding badannya. Hewan nokturnal ini juga susah untuk dilatih, tidak sama burung merpati, beo, dan gagak.

Rupanya apakah yang kelihatan oleh mata kita tidak selamanya memvisualisasikan keadaan aslinya, ya! Apa kamu ketahui stereotip pada hewan-hewan yang lain? Silahkan bagi di kotak kometar ya!